Jumat, 28 November 2008

Ristek akan Perluas Pemakai IGOS di Kalangan Pemda

by endonesia.com

Jakarta, Kominfo Newsroom -– Kementerian Negara Riset dan Teknologi (Ristek) berencana memperluas jumlah pemakai program Indonesia Go Open Source (IGOS) di kalangan pemda menyusul banyaknya permintaan oleh mereka.

''Kami melakukan pendampingan, baik manajeral maupun secara teknis,'' kata Asdep Pengembangan dan Pemanfaatan Teknologi Informasi, Kemeneg Ristek, Kemal Prihatman kepada pers disela-sela sosialisasi hasil migrasi Open Source Software (OSS) dan pengembangan Helpdesk Open Source di Nangroe Aceh Darussalam dan DI Yogyakarta di Jakarta, Kamis (3/4).

Ristek melakukan pendampingan dalam penggunaan IGOS oleh pemda dalam hal sumber daya manusianya, prosedurnya dan helpdesknya. Karena itu Ristek akan memberikan pelatihan mulai di tingkat manajerial, operator pengguna, pendukung teknis, dan lain-lain.

Menu rutnya, dari hasil evaluasi yang dilakukan pihaknya ternyata pemda masih banyak yang menemui kesulitan saat melakukan migrasi, trouble shooting, dan lain sebagainya.

''Untuk itu selain ada prosedur, selain ada softwarenya yang siap dikembangkan, juga harus diperhatikan bagaimana implementasinya,'' ujarnya seraya menambahkan, fokus pemanfaatan program IGOS selain masyarakat, juga lebih difokuskan untuk instansi pemerintah.

Ris tek terus melakukan bimbingan melakukan migrasi. Untuk itu, pihaknya sudah mempelajari beberapa model dan memperoleh beberapa masukan, kemudian model-model dan masukan-masukan tersebut dielaborasi menjadi satu dokumen migrasi, dan diharapkan dokumen tersebut bisa dikeluarkan pada bulan Agustus 2008.

Kemal menjelaskan, sampai saat ini, dokumen-dokumen untuk pendayagunaan open source sudah ada delapan unit, mulai cara menggunakan open source, menggunakan aplikasi, menggunakan software untuk instansi pemerintah, dan lain-lain.

Kare na banyak pemda yang akan melakukan migrasi, Ristek akan mengevaluasi komitmen mereka dalam penggunaan software legal, seperti yang dilakukan oleh Pemda Kabupaten Jembrana, Prov Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dan yang mempunyai komitmen akan didukung terlebih dahulu.

Diungka pkan, antusias masyarakat saat ini untuk ikut mengimplementasikan dan mengembanngkan program IGOS di lingkungannya semakin meningkat. Provinsi NAD dan DIY merupakan wilayah percontohan dalam mengimplementasikan open source.

Kegiata n yang dilakukan Ristek yakni mengkaji perangkat lunak open source (PLOS) di sektor publik, mengembangkan platform PLOS yang sesuai dengan kebutuhan pengguna dan mengembangkan helpdesk untuk mendukung penggunaan PLOS.

Kegiatan ini merupakan hasil kerjasama antara Kementerian Negara Riset dan Teknologi, Yayasan Air Putih, Yayasan Penggerak Linux Indonesia, Universitas Gunadarma, HIVOS dan lembaga-lembaga lain di tingkat lokal. (T. Gs/mul/toeb/b)

0 comments: